Rabu, 18 November 2009

Mengembangkan Perpustakaan Berbasis Kemitraan

“Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang memiliki masyarakat yang gemar membaca”.

Kemajuan peradaban suatu bangsa dapat dilihat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki suatu bangsa tersebut. Betapa tidak, sejak jaman Yunani kuno hingga saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi lah yang menjadi garda depan penunjuk jalan bagi peradaban manusia. Sebagai contoh negara maju seperti Belanda, Inggris, Perancis dan Jepang. Ke empat negara tersebut selalu meletakkan pembangunan pendidikan menjadi sektor prioritas pertama di negaranya. Ekonomi, kesehatan dan sektor lain dapat bergerak apabila pendidikan di negara tersebut berkembang dan maju.

Namun, pemikiran negara-negara maju tersebut nampaknya belum bisa di pahami dan di implementasikan di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Negara-negara berkembang lebih memprioritaskan pembangunannya pada sektor ekonomi untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan ekonominya dengan negara maju. Sepertinya negara kita sudah mulai kehilangan pijakan pada sektor dasar pembangunan yaitu pendidikan.
Realita seperti ini terlihat dari kurang representatifnya fasilitas pendidikan di Indonesia. Fasilitas pendidikan yang sangat penting bagi berjalannya roda pendidikan dan pengajaran di sekolah-sekolah atau di lingkungan masyarakat, salah satu fasilitas tersebut lebih akrab kita kenal dengan perpustakaan.

Secara ideal perpustakaan adalah lembaga atau tempat yang menangani penyimpanan berbagai macam buku, jurnal atau artikel ilmiah lainnya. Buku-buku yang terdapat di perpustakaan tersebut sering digunakan sebagai referensi suatu kajian ilmiah. Perpustakaan memiliki arti yang penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di suatu negara. Pada beberapa perguruan tinggi perpustakaan dijadikan sebagai suatu pusat referensi yang menyediakan banyak kajian studi pustaka khasanah ilmu pengetahuan. Namun apabila kita melihat lebih dalam mengenai realitas kondisi perpustakaan di negara Indonesia sangatlah memprihatinkan.

Kondisi perpustakaan di Indonesia sangat memprihatinkan karena sebanyak 95% dari sekitar 200.000 perpustakaan sekolah dan daerah di Indonesia tidak memiliki sarana dan prasarana memadai layaknya perpustakaan. Keterbatasan fasilitas ruang, meja dan pustakawan adalah faktor utama yang menyebabkan kondisi perpustakaan di negara Indonesia kurang representatif. Berdasarkan data resmi yang dikumpulkan, dari 130.000 sekolah di Indonesia, ternyata baru ada 18% di antaranya yang memiliki perpustakaan. Demikian pula dari sekitar 64.000 desa, baru 22% di antaranya yang dilengkapi perpustakaan. Itu pun dengan kondisi yang sebenarnya dapat disebut kurang layak.

Persoalan alokasi pendanaan yang sedikitlah yang akhirnya menjadi dasar letak permasalahan utama. Seperti telah kita ketahui, pemerintah sudah menganggarkan pendanaan 20% dari APBN Indonesia untuk membiayai sektor pendidikan. Namun, nampaknya alokasi dana tersebut belum menyentuh atau mencukupi alokasi pendanaan yang dibutuhkan untuk membangun perpustakaan yang baik.
Sudah saatnya, perpustakaan bangkit dan tidak hanya berpangku tangan pada alokasi pendanaan dari pemerintah yang kurang mencukupi tersebut. Perpustakaan harus menjalin kerjasama dalam bentuk kemitraan kepada swasta atau masyarakat luas. Kemitraan yang dapat membangun perpustakaan yang representatif, perpustakaan yang dapat menciptakan masyarakat yang informatif, berkehidupan cerdas, sejahtera lahir dan batin seperti yang telah diamanatkan dalam visi perpustakaan Indonesia.

Bentuk kemitraan perpustakaan

Bentuk kemitraan yang dimaksud adalah kemitraan yang saling memberi manfaat bagi kedua belah pihak. Baik itu bagi perpustakaan ataupun bagi swasta. Pihak swasta yang akan di ajak berkerjasama adalah perusahaan penerbit buku bertaraf lokal atau nasional. Perusahaan tersebut seperti Gramedia, Yudhistira, Mizan atau penerbit lokal lainnya yang memiliki visi mulia mencerdaskan kehidupan masyarakat dan berbangsa.

Perusahaan penerbit bisa menyediakan fasilitas perpustakaan seperti ruang, meja dan fasilitas lain yang memadai untuk perpustakaan sekolah atau daerah. Pemberian fasilitas tersebut dapat di jadikan sebagai salah satu bentuk corporate social responsibilty (CSR) perusahaan kepada masyarakat luas. Penerbit buku dapat menyumbangkan beberapa buku keluaran terbarunya ke perpustakaan sebagai alternatif promosi ke konsumen yang berkunjung ke perpustakaan. Namun, untuk menghindari pembajakan hak cipta, buku keluaran terbaru tersebut hanya boleh di baca di dalam perpustakaan hingga jangka waktu yang telah ditetapkan.

Pengunjung perpustakaan yang pada umumnya memiliki hobi membaca buku, dapat melihat promosi tersebut melalui media promosi yang telah disediakan di perpustakaan. Bagi pengunjung yang tertarik dan ingin membeli buku tersebut, pengunjung bisa membelinya di toko atau agen perusahaan buku terdekat dekat mendapatkan diskon sekian persen, setelah mendapat sejenis kartu rekomendasi dari perpustakaan.

Strategi seperti ini sudah banyak ditemukan pada berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Beberapa perguruan tinggi tersebut berkerjasama dengan pihak swasta nasional atau luar negeri untuk membangun sebuah perpustakaan yang berkualitas dan dapat menumbuhkan minat baca di kalangan mahasiswanya. Pihak-pihak non-govermental organization (NGO) yang diajak berkerjasama tersebut seperti world bank, perusahaan multi-nasional dan lembaga swasta lainnya.

Berbeda dengan pengembangan perpustakaan berbasis kemitraan di ranah sekolah-sekolah yang masih belum memiliki perpustakaan. Perpustakaan dapat di bangun melalui sebuah kerjasama antara pihak sekolahan dengan pihak swasta atau masyarakat. Sekolah melalui sebuah lembaga bentukan yang khusus menangani pengembangan perpustakaan dapat berkoordinasi untuk mencari sponsorship yang mau meyumbangkan sedikit keuntungan perusahaannya untuk kegiatan sosial guna mencerdaskan kehidupan berbangsa. Pemerintah dapat menjalankan peran pembimbingan, pemantauan dan fasilitator atas pengembangan program kemitraan seperti diatas.

Kerjasama antara perpustakaan dan pihak mitra ini seharusnya sudah mulai dirintis untuk memperkecil kekurangan pendanaan dari pemerintah yang mengakibatkan perpustakaan tidak representatif. Selain itu, strategi kemitraan diatas juga harus di iringi dengan reformasi lembaga khusus kepustakaan. Lembaga yang selama ini termasuk dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Pengajaran. Reformasi tersebut dapat ditempuh dengan reorientasi manajemen strategi pembanguan perpustakaan baru berbasis kemitraan di tahun 2010.

Beberapa keuntungan positif yang dapat diperoleh dari kemitraan ini adalah perpustakaan dapat memperkuat posisi, peran dan keberadaan perpustakaan. Perpustakaan juga lebih dapat menyesuaikan isi perpustakaan agar sesuai dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti yang di amanatkan dalam undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan.

Mengembangkan perpustakaan berbasis kemitraan pada 2010 adalah salah satu masukan yang solutif bagi pembangunanan dan pengembangan perpustakaan masa depan. Dengan koordinasi dan kerjasama antara pihak pemerintah dengan swasta seperti dalam strategi kemitraan di atas diharapkan perpustaakaan daerah menjadi lebih berkembang, representatif dan bertambah menyebar ke berbagai pelosok daerah dan sekolah-sekolah di berbagai wilayah Indonesia.

Perpustakaan yang nyaman, memiliki fasilitas dan buku yang lengkap adalah impian setiap masyarakat Indonesia. Namun, gambaran realita itu akan terwujud jika masyarakat dan swasta memiliki kesadaran dan mau berpartisipasi secara aktif untuk mengembangkan perpustakaan agar menjadi lebih baik kedepannya. Tidak perlu bermimpi belebihan mengenai perpustakaan, namun perpustakaan yang berkembang baik ke berbagai sekolah-sekolah dan seluruh pelosok desa di Indonesia, sudah cukup membuat hati masyarakat tersenyum indah. Senyum indah yang memberikan ruang untuk menatap dan mengenal dunia secara lebih luas memalui perpustakaan.

Fuad Setiawan Khabibi
http://ulilalbab-rakha.blogspot.com

Minggu, 08 November 2009

RaKha love historia : untaian surat cinta untuk Rima Ranintya Yusuf



Kepada
Rima Ranintya Yusuf
Seorang Hamba Allah yang lembut hatinya

Wahai bunga yang lembut hatinya

Entah berapa untaian kata lagi yang ingin ku ucapkan dengan peluh dan perasaan cinta yang mendalam untuk menyakinkanmu
Membuktikan akan dalamnya cinta dan sayangku ini...

Tutur katamu yang lembut dan penuh santun, telah mengetuk hatiku yang hampa ini dengan cinta, kau goyahkan singgasana jiwaku dengan lantunan salam terindah yang terucap dari bibirmu..

Rima...
Sesungguhnya aku hanyalah orang malang yang tersesat... Dirangkaian kehidupan yang bernama cinta, menyesali tiap langkahku yang gontai.. Ditiap lamunan mimpiku, melukiskan indahnya dirimu dibalik rahasia hati yang rapuh ini
Wahai bunga yang lembut hatinya...

Aku ingin menjadi seseorang yang menyeka air matamu, menemani candamu di saat kebahagiaan itu datang..
Ijinkan aku memberikan hatiku yang kosong ini kepadamu... Ijinkan aku memberikan kebahagiaan yang abadi..

Membangun sebuah rangkaian mimpi kehidupan..
Suatu saat nanti... Bantulah aku, mewujudkan mimpi itu,

karena hanya dengan engkaulah..
Rangkaian impian itu menjadi nyata..

Seorang hamba Allah yang sangat merindukanmu malam ini...
Fuad Setiawan Khabibi

Yogyakarta
14 November 2008
20:21:04


Hingga saat ini sampai di hembusan nafas mas yang terakhir. Mas ingin de2k tahu satu hal sayang, “...cinta dan sayang mas ke de2k tak akan habis dimakan waktu...”.

Fuad Setiawan Khabibi
http://ulilalbab-rakha.blogspot.com

Editing foto menggunakan MS PowerPoint 2007?. Siapa takut...



Teman-teman semua pasti bingung atau malah ada yang berpikir, “..aah mana mungkin bisa editing foto nggunain PowerPoint 2007?..”. Itu semua pemikiran yang wajar dan masuk akal ketika teman-teman belum akrab dengan MS PowerPoint 2007. Memang benar kawan, secara garis besar MS PowerPoint 2007 disusun untuk mengolah data presentasi. Namun, MS PowerPoint 2007 juga dilengkapi dengan fitur aplikasi picture editing yang dapat teman-teman gunakan untuk mengedit foto atau gambar seperti diatas.

Teman-teman dapat menggunakan fitur ini dengan cara memasukan gambar dari komputer dengan cara browse atau copy-paste gambar dari komputer ke MS PowerPoint 2007 yang teman-teman gunakan. Nah, setelah teman-teman memasukan gambar tersebut ke dalam MS PowerPoint 2007. Teman-teman bisa men-klick gambar tersebut dua kali sehingga muncul menu bar Picture Tools pada menu bar Format.

Dari menu bar itulah teman-teman bisa memanfaatkan fitur aplikasi MS PowerPoint 2007 untuk berkreasi mengedit gambar atau foto-foto teman-teman yang akan di upload ke Facebook, Friendster atau bahkan hendak di cetak lalu dipajang di kamar untuk mengusir tikus.hehehe

Fitur aplikasi MS PowerPoint 2007 menyediakan banyak pilihan foto editing. Beberapa diantaranya seperti Brightness, Contrast, Recolor, Compress Pictures, Reset Pictures, Picture Border dan lain sebagainya. Menu-menu tersebut bisa teman-teman gunakan dan optimalkan untuk foto editing. Setelah teman-teman selesai mengedit foto atau gambar, teman-teman bisa menge-save foto tersebut kembali dengan cara menekan CTRL+A kemudian klick kanan dan klick pada save picture as. Teman-teman bisa memilih format atau exention foto yang hendak di save. Format gambar yang disediakan ada berbagai macam kawan. Mulai dari JPEG, GIF, PNG dan lain sebagainya kawan.

Kalau teman-teman ada yang bertanya soal hasil. Hasil foto editing MS PowerPoint 2007 tidak kalah hebat dengan hasil foto editing coreldraw atau photoshop kawan. Gambar di atas adalah salah satu contoh hasil foto editing menggunakan MS PowerPoint 2007. Bagus kan?. Ada seorang teman baik kami pernah berkata bahwa, “... teknologi yang baik bukanlah teknologi yang maju kawan. Akan tetapi, teknologi yang baik adalah teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan...”.

Seandainya teman-teman tertarik dan mau mempelajari foto editing menggunakan MS PowerPoint 2007, kami siap berdiskusi dan berbagi ilmu dengan teman-teman sekalian.(roots-)

Fuad Setiawan Khabibi
http://ulilalbab-rakha.blogspot.com

Menjajaki kehangatan Yogyakarta sore hari di alun-alun kidul



Apabila kawan-kawan semua ingin merasakan kehangatan kota Yogjakarta pada sore hari, maka alun-alun kidul dapat menjadi salah satu alternatif tempat yang nyaman dan menarik untuk dikunjungi. Suasana alun-alun kidul sangat hangat di sore hari. Sinar matahari yang mulai terbenam membuat pemandangan sekitar alun-alaun kidul menjadi kuning keemas-emasan. Banyaknya masyarakat kota Yogja yang berkunjung ke alun-alun kidul membuat salah satu tempat wisata andalan kota Yogja ini ramai di kala senja kawan.

Letak alun-alun kidul yang berdekatan dengan alun-alun lor (utara) kota Yogjakarta membuat alun-alun kidul mudah untuk di jangkau. Jika teman-teman semua ingin cepat sampai ke alun-alun kidul, teman-teman bisa melewati jalan di sebelah timur alun-alun lor dan berbelok ke arah selatan melewati daerah Wijilan yang terkenal dengan masakan gudegnya yang sangat enak dan menggoda selera itu kawan. Setelah itu, teman-teman bisa menyusuri jalan di Wijilan kurang lebih 500 meter lalu belok ke arah barat. Nah, dari belokan tersebut alun-alun kidul sudah nampak di depan mata.

Bagi teman-teman yang suka jajan, ngemil atau makan. Teman-teman jangan khawatir. Di alun-alun kidul tersedia berbagai makanan ringan. dari cilok yang sangat terkenal di alun-alun ini, cimol, lesehan, angkringan hingga taman kuliner yang berada di dekat alun-alun kidul. Semua bisa teman-teman nikmati dengan harga yang sangat terjangkau kantung mahasiswa kok.hehehe

Oh iya.. satu lagi kawan. Di alun-alun kidul kita juga bisa melihat dan menaiki gajah loh. Dua gajah yang besar di kandang di sebelah barat alun-alan ini kawan. Bagi teman-teman yang penasaran dan mau menaiki gajah, teman-teman bisa menaikinya dengan membayar sejumlah uang tertentu ke pengurus kandang gajah tersebut. Teman-teman tertarik?. Yogjakarta memang sangat menarik kawan.(roots-)

Pemerhati budaya, pariwisata dan kuliner Yogyakarta.

Fuad Setiawan Khabibi
http://ulilalbab-rakha.blogspot.com